Sebelum Mengerti, Belajarlah Menghormati

Seri Literasi Attitude Siswa Bagian I

Kalian tentu sudah sering mendengar sebuah kalimat yang isinya; Adab lebih tinggi dan lebih utama dari ilmu. Apa maksudnya? Sebagian pendapat mengatakan bahwa adab atau akhlak dikatakan lebih utama dari ilmu karena adab yang tercermin dalam perilaku itu adalah gambaran pertama bagaimana kalian dipahami oleh orang lain.

Bersikaplah kurang sopan di hadapan orang lain niscaya akan terhinalah diri kita di hadapan mereka, tidak peduli seberapa pintar dan cerdasnya kita. Sebaliknya, bersikaplah sopan di depan orang lain niscaya mereka akan memandang kita sebagai orang yang terpelajar sekalipun faktanya kita tidak pintar-pintar amat. 

Imam Ahmad pernah ditanya berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk belajar sehingga dikenal sebagai orang alim oleh warga di sekitarnya. Beliau menjawab, “Aku butuh waktu 10 tahun untuk mempelajari fikih sampai benar-benar paham. Tapi aku butuh 20 tahun untuk mempelajari akhlak.”

So, begitu sulitkah adab atau akhlak itu? Tentu saja karena akhlak adalah buah dari sikap yang dibiasakan. Kalian boleh saja paham dengan seluruh penjelasannya akan sebuah hadis yang berbunyi, “Bukan termasuk golongan kami orang-orang yang tidak hormat kepada yang lebih tua dan tidak sayang kepada yang lebih muda.” Tapi bagaimana menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua, itu butuh latihan dan pembiasaan yang berulang-ulang.

Di zaman sekarang ini, adab, akhlak atau istilah kerennya attitude itu adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan. Tidak sedikit perusahaan yang juga mulai memandang penting akan attitude ini sehingga mereka lebih memilih pekerja dengan attitude yang bagus meski nilai sekolahnya kurang bagus-bagus amat daripada mereka yang nilai sekolahnya tinggi tapi attitude-nya rendah. Beruntung jika kalian memiliki nilai sekolah yang begus dan attitude-nya juga bagus.

Maka belajarlah menghormati sebelum kalian mengerti. Tunjukkan akhlak dan perangai baik kalian di mana pun kalian berada. Sebab dengan akhlak, bukan hanya kalian yang akan dipandang mulia karenanya melainkan juga kedua orangtua, keluarga, guru dan sekolah. Dunia tidak selalu rusak oleh adanya perang dan pertikaian tapi bisa cepat rusak oleh kehadiran orang-orang yang tak memiliki sopan santun.

 

Related Post