MAN 4 Kebumen menggelar kajian keagamaan pada Senin, 19 Januari 2026 sebagai bentuk peringatan atas peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana penguatan keimanan dan ketakwaan seluruh warga madrasah. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan tersebut berlangsung dengan tertib serta penuh kekhidmatan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana religius di aula madrasah. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah bidang Humas, Ibu Yuhana, S.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa peringatan Isra’ Mikraj bukan sekadar tradisi, tetapi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, terutama terkait kedisiplinan menjaga sholat dan pembinaan akhlak peserta didik. Ia juga mengajak para siswa menjadikan peristiwa Isra’ Mikraj sebagai pengingat kewajiban sholat lima waktu yang berperan membentuk sikap tanggung jawab dan ketenangan batin.
Dalam sambutannya, beliau turut mengangkat keteladanan Sultan Muhammad Al-Fatih yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia 25 tahun berkat kedekatannya dengan Allah SWT dan ketekunan menjaga ibadah, termasuk sholat tahajud. Kisah tersebut menjadi pesan bahwa kecerdasan semata tidak cukup tanpa adab dan ketaatan, karena ilmu tanpa adab diibaratkan seperti api yang membakar namun tak memberi cahaya. Selain itu, beliau juga menyampaikan kisah B.J. Habibie sebagai figur cerdas yang tak pernah lepas dari sikap memuliakan guru. Dari keteladanan tokoh tersebut ditekankan bahwa menghormati guru dapat membuka pintu keberkahan, membentuk akhlak baik, dan mengantar seseorang meraih prestasi.
Inti kegiatan diisi oleh tausiyah bapak Rafiq Muntafail, S.Pd., yang mengupas peristiwa Isra Mikraj secara mendalam sebagai perjalanan spiritual luar biasa dan bukti kekuasaan Allah SWT dalam sejarah Islam. Beliau menjelaskan perjalanan Rasulullah SAW hingga langit ketujuh dan perjumpaannya dengan para nabi di setiap lapisan langit. Peristiwa ini kemudian berlanjut hingga Rasulullah SAW menerima perintah sholat yang pada awalnya berjumlah 50 waktu, namun atas keringanan Allah SWT menjadi 5 waktu sehari—sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Dalam tausiyahnya, penceramah juga menekankan pesan moral relevan bagi pelajar, yaitu pentingnya menjaga sholat sebagai pondasi keimanan dan pembentuk akhlak mulia dalam keseharian. Kajian ini sekaligus menjadi upaya membentuk “generasi Isra’ Mi’raj”, yaitu generasi yang disiplin beribadah, cerdas berakhlak, dan mampu memberi kontribusi baik bagi lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Rohmudin, S.Ag., M.Pd.I., yang diikuti seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan dan harapan agar ilmu yang diperoleh membawa keberkahan. Melalui kegiatan ini, MAN 4 Kebumen berharap para siswa mampu mengambil hikmah dari perjalanan spiritual Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan, sehingga tumbuh menjadi pribadi beriman, berakhlak, dan berprestasi.
Ditulis oleh: Hapsanayla Prasya dan Reza Rizki Andi Saputra


