Kebumen, 30 Januari 2026 — MAN 4 Kebumen resmi menerapkan sistem Kontrak Prestasi berbasis Key Performance Indicator (KPI) sebagai upaya meningkatkan mutu layanan dan daya saing madrasah. Kebijakan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak prestasi secara massal yang melibatkan seluruh unsur madrasah, mulai dari jajaran pimpinan, guru, tenaga kependidikan, hingga pembina ekstrakurikuler.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi manajemen pendidikan yang tengah dilakukan MAN 4 Kebumen, dari sistem kerja berbasis rutinitas menuju sistem kerja berbasis target dan capaian terukur. Melalui kontrak prestasi ini, setiap unit kerja dan individu memiliki tanggung jawab yang jelas terhadap target yang telah disepakati bersama.
Kepala MAN 4 Kebumen, Drs. Sugeng Warjoko, M.Ed menjelaskan bahwa kebijakan ini dilandasi oleh kebutuhan untuk membangun budaya kerja profesional sekaligus menjawab tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah.
“Kami ingin memberikan jaminan kualitas kepada wali murid dan masyarakat. Di MAN 4 Kebumen, setiap program dan kegiatan tidak lagi berjalan sekadar formalitas, tetapi memiliki target output yang jelas dan dapat dievaluasi,” ujar Sugeng Warjoko dalam sambutannya.
Ia menambahkan, penerapan kontrak prestasi ini juga merupakan bentuk komitmen moral madrasah kepada publik agar setiap amanah yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Beberapa indikator kinerja utama yang tercantum dalam kontrak prestasi tersebut adalah sebagai berikut:
- Akselerasi lulusan, dengan target peningkatan siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri dan PTKIN hingga 20 persen;
- Digitalisasi madrasah yang mencakup sistem administrasi, akademik, serta pengelolaan perpustakaan menuju standar nasional;
- Penguatan kelas unggulan seperti kelas Digital, Bilingual, Riset, dan Entrepreneur.
Selain aspek akademik, kontrak prestasi juga menekankan pada penguatan karakter siswa, melalui pembiasaan budaya Islami dan kedisiplinan ibadah yang terprogram dan terukur. Di bidang non-akademik, para pembina ekstrakurikuler ditargetkan mampu membawa tim binaannya meraih prestasi hingga babak final di tingkat kabupaten dan provinsi.

Kebijakan ini mendapat respons positif dari para pembina kegiatan siswa. Pembimbing Ekstrakurikuler English Club MAN 4 Kebumen, Ichsanudin Noorsy, menilai sistem kontrak prestasi sebagai terobosan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan madrasah saat ini.
“Menurut saya ini langkah yang keren dan sangat bagus untuk kemajuan madrasah. Dengan adanya kontrak prestasi, kami sebagai pembina memiliki arah yang lebih jelas, sekaligus tertantang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembinaan,” ungkap Ichsanudin.
Ia menilai, sistem berbasis KPI tidak hanya mendorong capaian prestasi, tetapi juga menumbuhkan budaya refleksi dan evaluasi di kalangan pendidik. “Kami jadi terbiasa berpikir tentang target, strategi, dan dampak kegiatan, bukan hanya menjalankan program tahunan,” tambahnya.
Selain itu, MAN 4 Kebumen juga memperkenalkan mekanisme baru dalam pengelolaan anggaran Komite melalui peran Koordinator Proposal. Sistem ini dirancang untuk memastikan penggunaan dana yang lebih akuntabel, transparan, dan tepat sasaran, sehingga setiap alokasi anggaran benar-benar berkontribusi pada peningkatan prestasi dan layanan pendidikan.

Sugeng Warjoko menegaskan bahwa kontrak prestasi ini bukan dimaksudkan sebagai alat tekanan, melainkan sebagai sarana membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kualitas dan tanggung jawab bersama.
“Ini adalah bentuk ijab qabul kami kepada publik. Kami ingin membangun madrasah yang menyenangkan bagi siswa, ramah bagi guru, tetapi tetap kompetitif dan berorientasi pada prestasi,” ujarnya.
Dengan penerapan sistem ini, MAN 4 Kebumen optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai madrasah yang adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan. Pihak madrasah berharap, inovasi manajemen ini dapat menjadi daya tarik bagi calon peserta didik baru yang menginginkan pendidikan modern, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.


