MAN 4 Kebumen Perkuat Kompetensi Guru dengan Menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

Aula MAN 4 Kebumen menjadi ruang kolaborasi pada tanggal 7–8 Januari 2026 melalui penyelenggaraan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta se-KKM-MAN 4 Kebumen. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MAN 4 Kebumen serta perwakilan guru mata pelajaran dari sekolah yang tergabung dalam KKM. Workshop menghadirkan Hj. Amiroh Ambarwati, S.Pd., M.A sebagai narasumber utama.

Agenda dibuka oleh Kepala MAN 4 Kebumen, Drs. Sugeng Warjoko, M.Ed. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar materi pelajaran, tetapi juga memastikan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan bagi peserta didik. Ia berharap Kurikulum Berbasis Cinta dapat membantu guru semakin optimal dalam melaksanakan fungsi tersebut.

Drs. Sugeng Warjoko, M.Ed., memberikan sambutan sekaligus membuka agenda workshop (7/1/2026)

Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.S.I. turut memberikan materi mengenai tantangan sosial yang masih muncul dalam dunia pendidikan, salah satunya fenomena sebagian pelajar yang menunjukkan sikap intoleran dan saling menyalahkan karena perbedaan keyakinan. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan pendekatan pendidikan yang menumbuhkan empati dan saling menghargai.

Kementerian Agama Republik Indonesia saat ini menggagas penerapan Kurikulum Cinta melalui KMA Nomor 1503 Tahun 2025 sebagai perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK. Kurikulum ini menekankan penguatan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian terhadap aspek sosial dan emosional peserta didik.

Hj. Amiroh Ambarwati, S.Pd.,M.A., saat memberikan materi tentang kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam (7/1/2026)

Kurikulum Cinta bertujuan membentuk insan yang humanis, nasionalis, naturalis, dan toleran. Nilai-nilai cinta diposisikan sebagai prinsip dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Dalam praktiknya, Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya diterapkan pada kegiatan intrakurikuler, tetapi juga pada kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya madrasah. MAN 4 Kebumen melalui workshop ini memantapkan langkah untuk menjadi bagian dari madrasah yang mengedepankan kemanusiaan dan keberagaman dalam proses pendidikan.

Related Post